KPK Geledah Kantor PT Gunung Madu Plantations Terkait Dugaan Kasus Pengemplangan Pajak

TOPIKINDONESIA.ID, LAMPUNG TENGAH – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat PT Gunung Madu Plantation (GMP) yang berlokasi di Gunung Batin Udik, Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Kamis (25/3/2021).

Penggeledahan itu, terkait kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016-2017 pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

“Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan TPK penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah Lampung yang bertempat di Kantor pusat PT GMP, Lampung Tengah Provinsi Lampung,” ungkap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui siaran persnya, Kamis (25/3/2021).

Ali Fikri menyebutkan, penggeledahan yang dilakukan penyidik berlangsung pada pukul 12.00 WIB hingga 20.00 WIB. Di mana, dari hasil penggeledahan itu penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen dan barang elekronik yang terkait dengan perkara.

“Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan segera dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud,” ungkap Ali Fikri.

Perlu diketahui, sebelumnya, pada Selasa (23/3/2021) penyidik KPK juga telah menggeledah Kantor Pusat Bank Pan Indonesia (Bank Panin) terkait penyidikan kasus yang sama. Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik KPK mengaman kan barang bukti berupa berupa dokumen dan bukti elektronik.

Diketahui, KPK sedang menyidik kasus dugaan suap bernilai puluhan miliar rupiah terkait penurunan nilai pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu). Dalam proses penanganan perkara korupsi yang dilakukan KPK, peningkatkan status perkara ke tahap penyidikan diiringi dengan penetapan tersangka.

Petinggi Pajak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua pejabat pajak yang telah menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

BACA JUGA:  Komisi 1 DPRD Lampung Sambut Baik Keputusan Pemilu 2024

Kedua penyelenggara negara itu diduga menerima suap dari beberapa konsultan dan kuasa pajak di sejumlah perusahaan.

Informasi itu menyebut, Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, serta Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

KPK hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait konstruksi perkara maupun pihak yang menyandang status tersangka kasus tersebut.

Sesuai kebijakan pimpinan KPK saat ini, lembaga antikorupsi akan mengumumkan konstruksi perkara secara rinci dan nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukannya upaya paksa berupa penahanan atau penangkapan terhadap tersangka. (Sb/Fik/TI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.