TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota dan TNI memperkuat sinergi pembangunan kawasan perdesaan melalui Program DesaKu Maju.
Sebanyak 30 desa dan kelurahan di 15 kabupaten/kota ditetapkan sebagai lokasi pilot project. Program tersebut salah satunya diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Mirza Irawan Dwi Atmaja, membenarkan adanya kerja sama tersebut.
Menurut Mirza, Pemprov Lampung telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi pelaksanaan Program DesaKu Maju.
“Untuk sinergi Program DesaKu Maju dengan seluruh kabupaten/kota. Salah satu programnya adalah infrastruktur jalan desa,” kata Mirza, Senin (24/8/2026)
Pembangunan tersebut akan didukung melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang disalurkan Pemprov Lampung kepada pemerintah kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota menyiapkan anggaran sekitar Rp500 juta untuk setiap desa/kelurahan yang menjadi pilot project.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya berharap penyaluran DBH dapat diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di desa, terutama akses jalan yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Meski pendanaan berasal dari DBH, pelaksanaan pembangunan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Dalam implementasinya, pemerintah daerah menggandeng TNI untuk memperkuat pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Komitmen tersebut secara resmi ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (21/8/2026).
Kesepakatan ditandatangani Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para kepala daerah se-Provinsi Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Sinergi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kerja sama administratif, tetapi mampu mempercepat pembangunan kawasan perdesaan secara terpadu, terutama pada sektor infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Berikut daftar 30 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi pilot project Program DesaKu Maju:
Kabupaten Lampung Selatan
1. Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas
2. Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda
Kabupaten Lampung Barat
3. Desa Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian
4. Desa Tanjung Raya, Kecamatan Sukau
Kabupaten Mesuji
5. Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang
6. Desa Mekar Sari, Kecamatan Tanjung Raya
Kabupaten Tulang Bawang
7. Desa Hargo Rejo, Kecamatan Rawajitu Selatan
8. Desa Sumber Makmur, Kecamatan Banjar Margo
Kabupaten Lampung Utara
9. Desa Kembang Gading, Kecamatan Abung Selatan
10. Desa Sido Mukti, Kecamatan Abung Timur
Kabupaten Lampung Tengah
11. Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban
12. Desa Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai
13. Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur
Kabupaten Pesawaran
14. Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan
15. Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan
Kabupaten Tanggamus
16. Desa Air Naningan, Kecamatan Air Naningan
17. Desa Sukabanjar, Kecamatan Talang Padang
Kabupaten Pringsewu
18. Desa Podosari, Kecamatan Pringsewu
19. Desa Margakaya, Kecamatan Pringsewu
Kabupaten Pesisir Barat
20. Desa Penengahan, Kecamatan Karya Penggawa
21. Desa Pulau Pisang, Kecamatan Pulau Pisang
Kabupaten Way Kanan
22. Desa Bumi Ratu, Kecamatan Bahuga
23. Desa Gunung Katun, Kecamatan Baradatu
Kabupaten Tulang Bawang Barat
24. Desa Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah
25. Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin
Kota Metro
26. Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur
Kota Bandar Lampung
27. Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame
28. Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu
Kabupaten Lampung Timur
29. Desa Teluk Dalam, Kecamatan Mataram Baru
30. Desa Sumber Hadi, Kecamatan Melinting
Dengan ditetapkannya 30 lokasi tersebut, Program DesaKu Maju diharapkan menjadi model awal pembangunan desa berbasis kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan TNI.
Keberhasilan pelaksanaan pilot project ini nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperluas program ke desa-desa lainnya di Provinsi Lampung. (*)












