Jelang Porwanas 2027, Tim Catur PWI Lampung Matangkan Persiapan Lewat Turnamen Mini

67 views

TOPIKINDONESIA.ID – Deretan papan catur memenuhi meja di Sekretariat PWI Lampung lantai dua, Minggu (9/8/2026). Di atas papan-papan itu, bidak hitam dan putih bergerak cepat dengan tatapan serius para pemain yang tengah menghitung langkah demi langkah.

Tidak ada pertandingan yang benar-benar kecil bagi Tim Catur PWI Lampung. Bahkan dalam sebuah turnamen mini, setiap langkah tetap menjadi bagian dari persiapan panjang menuju panggung yang lebih besar yakni Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Para atlet catur PWI Lampung menjalani latihan sekaligus uji tanding dengan sejumlah pecatur lokal. Format catur cepat dengan waktu 10 menit membuat pertandingan berlangsung dinamis. Pemain dituntut tidak hanya mampu membaca posisi papan, tetapi juga mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Bagi tim, pertandingan seperti ini bukan sekadar mengisi agenda latihan. Ada tujuan yang lebih besar, yakni membentuk atlet yang siap menghadapi tekanan pertandingan Porwanas.

Manajer Cabang Olahraga Catur PWI Lampung, Bey Sujarwo, mengatakan latihan dan pertandingan uji coba menjadi bagian penting dari proses persiapan tim.

“Hari ini kita menggelar pelatihan sebagai wujud nyata keseriusan dalam menghadapi Porwanas. Tentunya, dalam persiapan ini kita terus melakukan pelatihan-pelatihan secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk mencari bibit-bibit baru, tetapi juga menunjukkan keseriusan kita dalam mengembangkan olahraga catur di PWI Lampung,” kata Bey.

Menurut Bey, kemampuan seorang pecatur tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknik. Ketahanan mental dan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda juga menjadi faktor penting.

Karena itu, para atlet tidak hanya dipertemukan dengan rekan satu tim. Sejumlah pecatur lokal sengaja dihadirkan sebagai lawan tanding untuk menciptakan suasana pertandingan yang lebih nyata.

“Melalui pelatihan ini, kita berharap para atlet semakin terbiasa dengan suasana pertandingan. Sehingga ketika menghadapi pertandingan Porwanas nanti, mereka bisa lebih siap, baik secara teknis maupun mental,” ujarnya.

Menurutnya, di atas papan catur, satu kesalahan kecil bisa mengubah jalannya pertandingan. Satu langkah yang terburu-buru dapat membuka peluang bagi lawan. Sebaliknya, satu keputusan tepat bisa menjadi awal kemenangan.

Karakter itulah yang membuat catur berbeda dari olahraga lainnya. Pertarungan tidak mengandalkan kekuatan fisik, tetapi konsentrasi, ketenangan, kemampuan membaca permainan dan keberanian mengambil keputusan.

“Karena catur ini merupakan olahraga olah pikir. Jadi dibutuhkan konsentrasi, ketenangan dan kemampuan mengambil keputusan dengan tepat,” kata Bey.

Dalam turnamen mini tersebut, sejumlah pecatur lokal ambil bagian sebagai lawan tanding, di antaranya Alfanza, Lukman Ginting, Utha, Budi, Jacob, Juanda, Jono, Supri, Nofian dan Bustanul.

Bagi Tim Catur PWI Lampung, setiap pertandingan menjadi semacam cermin. Dari sana tim bisa melihat sejauh mana perkembangan atlet, sekaligus menemukan celah yang masih harus dibenahi.

Hasil pertandingan juga akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan program latihan berikutnya. Mana yang sudah kuat dan bagian mana yang masih membutuhkan perhatian akan menjadi catatan dalam perjalanan menuju Porwanas 2027.

Dukungan terhadap persiapan itu juga datang dari Ketua PWI Lampung. Menurutnya, status Lampung sebagai tuan rumah Porwanas harus diiringi dengan kesiapan prestasi seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Pertandingan uji coba seperti ini sangat penting. Atlet tidak cukup hanya latihan internal, tetapi harus mendapatkan pengalaman bertanding melawan pecatur lain. Dari situ mereka bisa mengukur kemampuan dan memperbaiki kekurangan,” ujarnya.

Bagi PWI Lampung, Porwanas 2027 bukan sekadar agenda olahraga. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi wartawan olahraga dari Lampung untuk menunjukkan kemampuan di hadapan kontingen dari berbagai provinsi.

Karena itu, persiapan tidak bisa dilakukan secara instan. Latihan, uji tanding dan evaluasi harus berjalan beriringan.

“Kita ingin Lampung sukses sebagai tuan rumah sekaligus sukses dalam prestasi. Karena itu seluruh cabang olahraga harus mempersiapkan diri dengan maksimal, termasuk catur,” katanya.

Bey mengatakan seluruh rangkaian latihan dan pertandingan yang dilakukan saat ini diarahkan untuk satu tujuan: membawa Tim Catur PWI Lampung tampil maksimal di Porwanas 2027.

“Kita berharap seluruh proses latihan yang dilakukan bisa memberikan hasil terbaik. Semoga target yang kita idam-idamkan, yaitu meraih medali emas di Porwanas, bisa terwujud,” pungkasnya.(*)