Batin Wulan Dampingi Rendy Hingga Pulih

50 views

TOPIKINDONESIA.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau akrab disapa Batin Wulan, turun langsung mengunjungi Rendy Aditia (10), bocah penderita gizi buruk asal Dusun Gedong Bendo, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Batin Wulan menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan adanya pendampingan jangka panjang hingga Rendy benar-benar pulih.

“Kami hadir bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi memastikan Rendy mendapat pendampingan sampai sehat. Anak-anak Lampung harus tumbuh kuat, cerdas, dan ceria,” ujar Batin Wulan, Sabtu (13/9/2025).

Bantuan awal yang diberikan berupa uang tunai dan buah-buahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, paket susu tambahan nutrisi dari TP PKK, serta sembako dari Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Bahkan, tim pendamping telah menyiapkan ambulans jika sewaktu-waktu Rendy harus dirujuk ke RSU Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Batin Wulan menegaskan pendampingan tidak berhenti pada bantuan awal, melainkan akan dilakukan pemantauan berkala oleh Dinas Kesehatan dan PKK Lampung.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak Lampung yang luput dari perhatian. Intervensi gizi harus terus dikawal,” tegasnya.

Rendy adalah anak ketiga dari pasangan Widodo, seorang buruh tani, dan Langgeng Ningsih, ibu rumah tangga yang kadang bekerja di ladang warga. Kondisi ekonomi keluarga membuat mereka kesulitan membawa Rendy berobat ke rumah sakit.

Melihat situasi ini, Batin Wulan mengajak semua pihak lebih peduli pada keluarga pra-sejahtera di sekitar lingkungan masing-masing.

“Ini tanggung jawab bersama. Mari kita saling peduli, saling membantu, agar tidak ada lagi anak Lampung yang menderita karena kekurangan gizi,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menekan angka stunting dan kasus gizi buruk, sejalan dengan program prioritas nasional makan bergizi gratis dari Presiden RI.

Pemprov Lampung melalui PKK, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial berjanji memberikan perhatian penuh terhadap kasus serupa di seluruh kabupaten/kota agar tidak ada lagi anak yang terabaikan. (*)