
Bandar Lampung. Topikindonesia.id
Banyak berita belakangan ini terkait adanya dugaan pelaksanaan kegiatan pengadaan sumur bor yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2023, berlokasi tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, dimana hasilnya ditengarai tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan banyak disalah gunakan.
Menyikapi berita yang beredar tersebut, Wahyudi, Ketum GEPAK LAMPUNG ikut menanggapi. Menurutnya pelaksanaan Program Kegiatan Pengadaan Sumur Bor yang dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Lampung ini perlu dievaluasi kembali secara mendalam, dimulai dari perencanaannya, pelaksanaannya sampai dengan hasil pengerjaannya, apakah sudah sesuai dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Seperti sama-sama diketahui bahwa selain di BPBD , pengadaan sumur bor ini juga dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung.
“Fenomena ini juga menjadi pertanyaan, kata Wahyudi, “seolah-olah tidak ada perencanaan program kegiatan yang baik, karena terjadi tumpang tindih kegiatan yang sama di beberapa OPD, akibatnya berpengaruh terhadap pelaksanaan, pengawasan bahkan kualitas pekerjaan yang dihasilkan”,
“Mungkin secara aturan kedinasan, BPBD diperbolehkan untuk melaksanakan program kegiatan pengadaan sumur bor, yaitu sebagai antisipasi jika terjadi bencana kekeringan.
Namun secara teknis sudah bisa dipastikan bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya lebih kompeten dalam perencanaan, pelaksanaan dan hasilnya karena statusnya sebagai Dinas teknis, belum lagi dukungan sumber daya yang memang lebih kompeten secara teknis” kata Wahyudi.
“Saya akan membentuk team untuk memantau lebih jauh semua pekerjaan yang sudah dilaksanakan, mulai dari kualitas pekerjaan sampai dengan penerima maanfaat,”ujar Wahyudi.
“Setelah selesai, saya akan laporkan ke Gubernur, apakah proyek ini layak diteruskan atau tidak , saya khawatir jika hal ini dibiarkan terus berjalan dapat merugikan masyarakat banyak ,mengapa demikian…jelas saja, jika berita ini benar, yang harusnya banyak program lain lebih urgent, tidak dapat dilaksakan karena terganjal anggaran yang sudah diserap banyak untuk kegiatan sumur bor ini, yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan banyak terjadi kendala di lapangan.” ujarnya, mengakhiri percakapan.










