TOPIKINDONESIA.ID – Antrean panjang solar subsidi di sejumlah SPBU Bandar Lampung diduga dipicu membeludaknya truk pengangkut barang dari luar daerah yang mencari bahan bakar setelah kesulitan mendapatkan biosolar di jalur perjalanan mereka.
Fakta tersebut terungkap saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung menggelar pengawasan pembelian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU, Selasa (13/10/2026).
Kepala Satpol PP Provinsi Lampung, Gadriyanto Abung, mengatakan pengawasan dilakukan atas arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pada hari pertama, petugas menyisir tujuh dari total 41 SPBU di Bandar Lampung dengan fokus pengawasan terhadap 37 nozzle biosolar.
Hasil pemantauan menunjukkan antrean didominasi kendaraan besar pengangkut barang. Sebagian di antaranya merupakan truk pengangkut semen dari Baturaja, Sumatera Selatan, yang kesulitan memperoleh solar di daerah asal.
Menurut Gadriyanto, sejumlah SPBU yang dilalui kendaraan tersebut, termasuk di wilayah Martapura, Lampung Tengah, dan Lampung Utara, dilaporkan mengalami kekosongan stok biosolar. Kondisi itu membuat para sopir melanjutkan perjalanan hingga Bandar Lampung untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Akibatnya, permintaan solar di SPBU dalam kota meningkat dan memicu antrean panjang. Situasi ini menjadi perhatian karena distribusi BBM subsidi harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan angkutan yang berhak menerima subsidi.
Meski demikian, dalam pengawasan hari pertama, Satpol PP belum menemukan pelanggaran terkait ketidaksesuaian barcode MyPertamina dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Pengawasan lanjutan diperlukan untuk memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran sekaligus menelusuri persoalan ketersediaan stok di daerah lain. Koordinasi distribusi dan pengawasan antardaerah menjadi penting agar antrean panjang di Bandar Lampung tidak terus berulang.(*)












