Pemprov NTB Pelajari Ekosistem Desa Ku Maju di Lampung

59 views

TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim rombongan pejabat ke Lampung untuk mempelajari penerapan program Desa Ku Maju, yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai model pembangunan ekonomi berbasis desa.

Rombongan yang berjumlah sekitar 20 pejabat tersebut terdiri dari sejumlah asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana berbagai program di tingkat desa diintegrasikan dalam satu ekosistem ekonomi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan Pemprov NTB ingin melihat penerapan Desa Ku Maju secara menyeluruh, bukan sekadar mempelajari program secara terpisah.

“Pada prinsipnya mereka ingin langsung melihat bagaimana implementasi program ekosistem Desa Ku Maju yang diterapkan di Lampung,” kata Marindo, Selasa (29/9/2026).

Menurut Marindo, ekosistem tersebut melibatkan berbagai sektor, mulai dari pertanian, hilirisasi, ketenagakerjaan, infrastruktur, BUMDes hingga koperasi desa.

Di sektor pertanian, salah satu program yang dikembangkan adalah pupuk hayati cair. Sementara hilirisasi melibatkan sektor perindustrian dan perdagangan, sedangkan ketenagakerjaan diperkuat melalui program vokasi.

“Yang mereka lihat bukan secara parsial program tersebut, tapi bagaimana semua program yang ada itu menjadi sebuah ekosistem ekonomi di desa,” jelasnya.

Rombongan Pemprov NTB juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah desa di Lampung Utara untuk melihat langsung proses ekosistem Desa Ku Maju dari sektor hulu hingga hilir.

Marindo menjelaskan, penerapan program tersebut dilakukan secara bertahap. Pemprov Lampung sebelumnya memulai proyek percontohan Desa Ku Maju di 25 desa.

Program pupuk hayati cair juga terus diperluas. Melalui perubahan APBD 2026, Pemprov Lampung kembali mengalokasikan anggaran agar titik produksi pupuk hayati cair dapat menjangkau lebih banyak desa, dengan harapan ke depan seluruh desa di Lampung memiliki titik tersebut.

BACA JUGA:  Inovasi Pendidikan dan SDM, Pemprov Lampung Raih Anugerah detikSumatera Awards 2026

Selain itu, Pemprov Lampung mengembangkan fasilitas dryer untuk mendukung proses pascapanen, terutama mengolah gabah basah menjadi gabah kering. Pengembangan fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2027.

Ekosistem Desa Ku Maju juga diarahkan pada pengembangan pakan ternak, pakan ikan, hingga peternakan ayam. Seluruh sektor tersebut diharapkan membentuk siklus ekonomi yang memberikan nilai tambah dan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Tak hanya sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur desa turut menjadi bagian dari program tersebut. Pemprov Lampung berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan TNI dalam pembangunan jalan desa.

Skema itu menggabungkan kewajiban pemerintah daerah, termasuk penyaluran dana bagi hasil, dengan program TMMD yang dilaksanakan bersama TNI.

“Ini menjadi sebuah kolaborasi bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan TNI,” ujar Marindo.

Marindo menegaskan, pembangunan jalan desa tidak baru dimulai pada 2027. Penganggarannya telah mulai dilakukan melalui perubahan APBD 2026.“Sudah mulai berjalan di perubahan APBD ini,” pungkasnya.(*)