Lampung Perkuat Industri Kopi, LDC Siap Tambah Investasi dan Berdayakan Petani

141 views

TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan industri kopi dari hulu hingga hilir. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama perwakilan PT Louis Dreyfus Company (LDC) di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan itu, LDC menyatakan komitmennya untuk melanjutkan investasi di Lampung sekaligus memperkuat pemberdayaan petani kopi dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

LDC diketahui telah beroperasi di Lampung selama sekitar 12 tahun dengan total investasi mencapai USD150 juta serta menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Ke depan, perusahaan berencana melakukan reinvestasi dan mengembangkan sektor hilir sebagai bagian dari upaya memperkuat industri kopi Lampung.

Di sektor hulu, melalui LDC Foundation, perusahaan telah memberikan pelatihan kepada sekitar 8.000 hingga 9.000 petani kopi di Lampung. Materi pelatihan meliputi praktik pertanian regeneratif, peningkatan produktivitas, pemangkasan tanaman, hingga penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat.

Pemberdayaan juga diarahkan kepada perempuan melalui program diversifikasi pendapatan dan literasi keuangan. LDC bahkan membuka peluang kerja sama dengan Pemprov Lampung untuk memperluas materi pelatihan maupun menyusun kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani.

Pemprov Lampung menilai peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan industri kopi. Penguatan sektor kopi tidak cukup hanya mengandalkan perdagangan dan investasi, tetapi juga harus diiringi peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kesejahteraan petani.

Hadapi Tuntutan Pasar Global

Pertemuan tersebut turut membahas tantangan pemenuhan regulasi pasar global, khususnya European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan data dan peta kawasan hutan yang akurat sebagai bagian dari dokumen pendukung untuk memastikan asal-usul produk kopi.

Pemprov Lampung bersama LDC melihat perlunya pembaruan data dan peta kawasan tersebut. Pasalnya, sebagian data yang digunakan saat ini telah berusia puluhan tahun. Di lapangan, terdapat lahan yang secara fisik telah menjadi perkebunan, tetapi masih tercatat sebagai kawasan hutan.

LDC menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pembaruan informasi tersebut bersama pihak-pihak terkait. Langkah ini diharapkan dapat membantu kopi Lampung memenuhi persyaratan pasar global sekaligus menjaga akses produk Lampung ke pasar ekspor.

Lampung Punya Posisi Strategis

Lampung memiliki posisi strategis dalam industri kopi nasional. Sekitar 60 persen produksi kopi nasional disebut mengalir melalui Lampung, dengan volume mencapai sekitar 200.000 hingga 300.000 ton.

Kopi Lampung juga memiliki karakter khas yang menjadi daya tarik pasar, antara lain ukuran biji yang besar, cita rasa kuat, serta aroma yang khas.
Di tengah pertumbuhan konsumsi kopi domestik, peluang pengembangan industri kopi Lampung pun semakin terbuka. Pergeseran konsumsi dari teh ke kopi, khususnya di kalangan generasi muda, ikut meningkatkan kebutuhan pasokan bagi pelaku usaha dan roaster kopi lokal.

Melalui audiensi tersebut, Pemprov Lampung menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan investasi LDC sekaligus mendorong agar pertumbuhan industri kopi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan sumber daya manusia, dan pemenuhan standar keberlanjutan.

Pemprov Lampung juga membuka ruang koordinasi bagi LDC apabila menghadapi kendala dalam pengembangan usaha di daerah. Dengan demikian, investasi dan program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani serta masyarakat Lampung. (*)