TOPIKINDONESIA.ID – Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, isu pembangunan sumber daya manusia (SDM) kembali menjadi sorotan.
Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D, menilai visi Mirza–Jihan di sektor pendidikan sudah berada di arah yang tepat, namun masih membutuhkan penguatan pada tahap implementasi.
Menurut Abdul Aziz, sejak awal Gubernur Mirza telah menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas, terutama melalui dorongan agar lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Visi tersebut dinilai relevan dengan tantangan Lampung ke depan.
“Kalau dilihat, visi Pak Gubernur Mirza sudah bagus. Tapi untuk menilai implementasinya dalam satu tahun, memang belum bisa kita lihat secara utuh,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menilai, pada tahun pertama kepemimpinan, sektor pendidikan perlu mendapatkan perhatian lebih konkret, salah satunya melalui kebijakan beasiswa yang menyasar anak-anak Lampung. Program beasiswa, baik untuk studi di dalam maupun di luar daerah, disebut sebagai instrumen penting untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM.
“Kalau pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada anak-anak Lampung, itu menjadi bentuk keberpihakan nyata. Tujuannya agar pembangunan Lampung tidak hanya membangun industri dan infrastruktur, tetapi juga manusianya,” kata doktor lulusan Osaka University tahun 2015 ini.
Abdul Aziz menekankan, pembangunan SDM menjadi kunci agar tenaga kerja yang mengisi sektor-sektor strategis di Lampung ke depan berasal dari putra-putri daerah. Ia juga menyinggung status Lampung sebagai daerah afirmasi pendidikan yang perlu dimanfaatkan secara maksimal melalui kebijakan gubernur.
Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung tergolong tinggi, ia menilai aspek pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini terutama jika Lampung ingin mewujudkan visi sebagai pusat industri pertanian dan penelitian.
“Lampung ini dikenal sebagai pusat singkong nasional. Tapi jangan berhenti pada produksi bahan mentah. Kita harus mendorong SDM dan teknologi agar Lampung juga menghasilkan produk turunan singkong bernilai tambah,” ujarnya.
Dalam refleksi setahun Mirza–Jihan, Abdul Aziz juga menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta, termasuk melalui pembangunan laboratorium bersama dan ekosistem riset. Menurutnya, sinergi pendidikan, industri, dan teknologi akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemerintah perlu berpihak pada anak-anak SMA hari ini, karena merekalah yang akan menentukan daya saing Lampung di masa depan,” pungkasnya.(Wildan/Fik)












