Disdikbud Lampung All-Out Meriahkan Festival Krakatau, Ribuan Pelajar SMA-SMK Turun ke Jalan

30 views

TOPIKINDONESIA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tampil all-out memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Tak sekadar hadir sebagai penonton, pelajar SMA dan SMK bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota di Lampung dikerahkan untuk menjadi bagian dari kemeriahan pesta budaya tahunan tersebut.

Keterlibatan unsur pendidikan itu terlihat dalam Lampung Tapis Karnaval yang digelar di pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Ribuan peserta dari berbagai elemen berjalan menyusuri ruas Jalan Raden Intan menuju kawasan Tugu Adipura dengan membawa beragam kreasi, atribut dan busana bernuansa budaya.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjadi panggung kolaborasi besar. Sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim ambil bagian, mulai dari peserta didik, mahasiswa, Forkopimda, BUMN dan BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas, sanggar, paguyuban, organisasi hingga marching band.

Opening Ceremony Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Raden Wisnu Sindhutrisno, serta Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Amir Hamzah.

Rangkaian Opening Ceremony semakin semarak dengan sejumlah penampilan, di antaranya penayangan Official Video Teaser Lampung Krakatau Festival XXXV, Gerak Komando, Marching Band dan Flag Attraction Performance, penampilan spesial Tari Kolaborasi Nusantara, serta penampilan band, dan penampilan Sindy Swara.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengatakan Festival Krakatau telah menjadi bagian dari identitas Provinsi Lampung setelah konsisten digelar selama 35 tahun.

Menurutnya, Lampung memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai dari gunung, laut, pantai, hutan, hingga keberagaman masyarakat. Sementara itu, Krakatau menjadi simbol kebangkitan, kekuatan, dan ketangguhan masyarakat Lampung.

Gubernur Mirza berharap Festival Krakatau menjadi pintu bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat potensi budaya, alam, dan pariwisata Lampung.

Di tengah lautan peserta tersebut, keterlibatan pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu kekuatan yang memperlihatkan peran dunia pendidikan dalam menghidupkan kebudayaan Lampung.

Pelajar tidak hanya ditampilkan sebagai peserta karnaval, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang membawa identitas budaya Lampung ke ruang publik.

Beragam penampilan mengangkat kekayaan budaya Lampung, baik tradisi masyarakat adat Pepadun maupun Sai Batin, disandingkan dengan kreasi seni dan budaya dari berbagai daerah lainnya.

Kehadiran pelajar dari satuan pendidikan menengah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan kreatif di luar pembelajaran kelas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung mengambil peran dalam mengoordinasikan keterlibatan unsur pendidikan agar festival tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kebudayaan bagi generasi muda.

*Ribuan Peserta Penuhi Jalan Protokol*

Lampung Tapis Karnaval dipusatkan di kawasan Tugu Adipura. Peserta bergerak dari Jalan Raden Intan menuju Bundaran Gajah Tugu Adipura untuk menampilkan kreasi yang telah dipersiapkan.

Usai melewati kawasan Tugu Adipura, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kartini sebelum kembali menuju Lapangan Saburai.

Sepanjang rute, suasana berubah menjadi panggung terbuka. Busana adat, atraksi seni, marching band, hingga berbagai kreasi peserta membuat pusat Kota Bandar Lampung dipadati masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, mengatakan rangkaian Festival Krakatau hingga pelaksanaan Lampung Tapis Karnaval berjalan dengan baik.

“Rangkaian acara Festival Krakatau sampai dengan hari ini, acara Lampung Tapis Karnaval juga berjalan dengan baik,” kata Tony.

Menurut Tony, evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah seluruh rangkaian Festival Krakatau selesai. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan memperbaikinya pada penyelenggaraan berikutnya.

“Pastinya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki ke depan. Tapi mulai dari awal tanggal 25 sampai hari ini tanggal 30 dan nanti malam acara penutupan, saya sudah melihat ada keberhasilan. Tingkat keberhasilannya cukup
lancar,” ujarnya.

*6.000 Peserta, 127 Tim*

Tony menyebut Lampung Tapis Karnaval tahun ini melibatkan sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim.

“Kalau dari jumlah tim, itu ada 127 tim. Kalau dari jumlah peserta, kurang lebih hampir 6 ribu orang,” jelasnya.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan Festival Krakatau bukan lagi sekadar agenda seremonial pemerintah. Festival telah menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurut Tony, penyelenggaraan Festival Krakatau dilakukan dengan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, media dan sektor swasta.

“Itulah kita melakukan komunikasi, melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan kawan-kawan stakeholder, pentahelix secara keseluruhan dengan pemerintah, dengan akademisi, dengan BUMN, BUMD, kemudian dengan media kita lakukan kerja sama agar kiranya acara ini bisa berhasil,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Tony mengatakan dukungan dari berbagai pihak membuat sejumlah rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan penggunaan APBD yang relatif minim.

“Alhamdulillah, sangat minim APBD yang kita pergunakan dan lebih banyak ini adalah bantuan dari kawan-kawan sponsor yang membiayainya. Dan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tony berharap pelaksanaan Festival Krakatau selama enam hari, sejak 25 hingga 30 Agustus 2026, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.

“Alhamdulillah enam hari, mudah-mudahan ke depan akan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kreativitas dan menghadirkan penampilan yang lebih atraktif serta modern.

“Kita akan terus memotivasi kawan-kawan agar lebih membuat penampilan, lebih berkreasi lagi, lebih modern lagi,” ujarnya.

Menurut Tony, pengembangan Festival Krakatau ke depan akan tetap mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kemudian acara-acara akan kita lebih ramaikan lagi, kemudian akan kita kolaborasikan lagi dengan kawan-kawan lainnya. Pokoknya yang penting kita akan terus tingkatkan dan evaluasi ini lebih baik lagi,” tutupnya.(*)