Kemenperin Kawal Hilirisasi Singkong di Lampung

26 views

TOPIKINDONESIA.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) memperkuat hilirisasi komoditas singkong di Provinsi Lampung sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) berbasis pangan lokal.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, Kamis (16/7/2026), mengatakan terdapat tiga agenda utama yang dijalankan secara bersamaan dalam mendukung penguatan sektor pangan berbasis singkong di Lampung.

Agenda pertama berupa sosialisasi hilirisasi pengembangan komoditas olahan singkong untuk meningkatkan pemahaman pelaku IKM, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya diversifikasi produk. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri pangan lokal.

Selain itu, Kemenperin juga memperkenalkan program Dana Alokasi Khusus (DAK) serta membuka peluang kemitraan antara IKM dengan industri skala besar dan berbagai pihak pendukung lainnya.

Agenda kedua adalah bimbingan teknis keamanan pangan dan diversifikasi produk olahan singkong yang diikuti 30 pelaku IKM mocaf dan tapioka dari seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Pelatihan berlangsung selama dua hari untuk meningkatkan kualitas produk serta memenuhi standar keamanan pangan.

Sementara agenda ketiga berupa diseminasi program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi IKM pangan. Melalui program ini, pelaku usaha mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan subsidi peremajaan mesin guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi.

Reni mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pengembangan industri pangan berbasis singkong. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar industri pangan lokal semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti 80 peserta, terdiri atas 50 perwakilan instansi pemerintah daerah dan 30 pelaku IKM modified cassava flour (mocaf) serta tapioka dari seluruh Provinsi Lampung.(*)