Bupati Lamteng Ditangkap KPK

1,594 views
Oplus_131072

TOPIKINDONESIA.ID – Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (10/12/2025).

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 10 Desember 2025. Berdasarkan pantauan awak media, Ardito tiba di Gedung lembaga Anti Rasuah itu sekira pukul 20.14 WIB.

“Benar, Bupati Lampung Tengah diamankan,” ujarnya.

Fitroh belum merinci perkara yang menjerat Ardito. KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya.

Kantor Dinas Disegel, Dokumen Disita

Tak lama setelah OTT, penyidik KPK bergerak di lingkungan Pemkab Lampung Tengah. Dua ruangan—Bina Marga–Bina Konstruksi dan Dinas Kesehatan—langsung disegel.
Sumber internal menyebut penyidik memeriksa tumpukan dokumen administrasi.

“Tiba-tiba mereka datang, pasang segel, dan memeriksa berkas,” ujarnya.

Sejumlah pejabat juga dipanggil ke Mapolresta Bandar Lampung untuk dimintai keterangan sejak Senin.

Tujuh Anggota DPRD Ikut Terseret

OTT ini bukan kejadian tunggal. Informasi yang beredar menyebut tujuh anggota DPRD Lamteng telah lebih dulu diamankan—tiga ketua fraksi (Golkar, Gerindra, PKB) dan empat anggota lainnya.

Mereka ditangkap saat mengikuti bimtek BPIP di Hotel Novotel Jakarta.
“Ketua Fraksi Golkar langsung dibawa keluar,” kata seorang saksi.

Sumber lain menyatakan kamar beberapa legislator juga diperiksa penyidik.

Nama Bupati Disebut-Seputar Sebelum OTT

Sumber yang mengetahui proses penindakan menyebut bahwa nama Ardito muncul dalam pemeriksaan tujuh legislator, sehingga ia diminta datang ke Gedung KPK.

Beberapa jam sebelum OTT, Ardito sempat pamit kepada keluarga dengan wajah gelisah, lalu terbang ke Jakarta.
Dalam hitungan menit, videonya muncul di TikTok berada di Bandara Soekarno-Hatta.

Belum Ada Keterangan Resmi Lengkap

Hingga berita ini terbit, KPK belum memberikan pernyataan detail soal perkara, barang bukti, maupun pihak lain yang akan ikut dijerat.
Media telah menghubungi juru bicara KPK, namun pesan konfirmasi belum dijawab.(*)