100 Hari Kerja, Pasangan Musa-Dito Buktikan Janjinya

TOPIKINDONESIA.ID, LAMPUNG TENGAH – Hari ini merupakan hari 100 hari kerja, pasca pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad-Ardito Wijaya itu dilantik Gubernur Lampung, sejumlah program gebrakan dan capaian telah disajikan kepada masyarakat di kabupaten tersebut.

Program 100 hari kerja ini tentunya menjadi salah satu tolok ukur efektif atau tidaknya sebuah pemerintahan yang baru saja dilantik.

Dikutip dari Infolampung.co, yang telah merangkum sejumlah capaian itu melalui wawancara langsung dengan Bupati Musa Ahmad, Selasa (8/6/2021).

Untuk diketahui, sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu, pasangan ini langsung tancap gas menekan laju penyebaran Covid-19.

Terbukti, di 100 hari kerja pasangan dengan jargon ‘Berjaya’ ini, mampu menekan angka penyebaran Covid-19 dengan status saat ini berada di zona kuning.

“Upaya pertama yang saya dan Mas Ardito (Wabup) lakukan adalah menekan angka kasus Covid-19, karena di awal pemerintahan saya (26 Februari 2021) Lamteng masih berada di zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Lampung. Alhamdulillah saat ini Lamteng berada di zona kuning (data Kementerian Kesehatan RI),” ujar Musa.

Menurut bupati, hal yang dilakukan untuk menekan angka Covid-19 yakni dengan memberdayakan seluruh satuan tugas (Satgas) dan tenaga kesehatan (Nakes) dari tingkat kecamatan, kampung hingga RT.

Selain itu, setiap satgas dan nakes wajib memberikan edukasi terkait bahaya Covid-19 kepada masyarakat. Hal itu lah yang menjadi kesadaran di tengah masyarakat.

“Tak hanya itu, kami juga telah membuat klinik di wilayah timur Lamteng, yang nantinya menjadi pusat kesehatan warga di sana. Warga hanya perlu datang ke Kecamatan Seputih Banyak, tak harus lagi ke Gunung Sugih,” jelas Musa.

Dengan status zona kuning saat ini, Lamteng kembali melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

BACA JUGA:  Polda - BASMI Bersinergi Jaga Sitkamtibmas dengan Nilai-Nilai Pancasila

“Selama belajar tatap muka, setiap sekolah harus ada satgas. Kami menghimbau kepada seluruh wali murid mengantar-jemput anaknya, agar tidak main setelah pulang sekolah,” kata bupati.

Selain masalah Covid-19 yang menjadi fokus, pelayanan publik juga masih menjadi keluhan.

Menurut Musa, ada beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pembuatan KTP, KK, KIK di Kantor Disdukcapil, cukup dengan online via aplikasi Slamdung,” jelas bupati.

Pemohon atau warga cukup dari rumah, mengisi persyaratannya, dan pendistribusiannya ke rumah pemohon akan dilakuan oleh PT Pos Indonesia.

“Itu karena kami telah melakukan MoU dengan PT Pos Indonesia. Ini salah satu langkah yang kita lakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terang Musa.

Selain di Disdukcapil, terobosan pelayanan melalui aplikasi online juga dilakuan di Dinas DPPRD, melalui program pembayaran pajak online dan pembayaran via transfer bank.

“Kami juga mendapatkan predikat WTP dari BPK Lampung dan pelayanan DPMPTSP mendapatkan pelayanan nomor satu di Provinsi Lampung,” ungkap bupati.

“Terakhir, kami melalui Dinas Lingkungan Hidup membuat program mobil pustaka limbah. Dengan mobil itu limbah sampah dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berharga,” tambah Musa.

Terkait persoalan harga singkong yang masih menjadi keluhan petani di Lamteng, bupati telah memberikan solusi yang terbaik.

“Di satu pekan pertama kepemimpinan saya, 27 pengusaha dan pemilik perusahaan tapioka saya kumpulkan, mencari tahu apa sebenarnya permasalahan terkait harga singkong ini,” jelas Musa.

Setelah beberapa kali pertemuan dengan pengusaha tapioka dan petani singkong itu, harga singkong berhasil disepakati dari yang sebelumnya di kisaran Rp 650-Rp 700 per kilogram.

“Saat ini sudah di angka Rp 900 per kilogram. Walau itu pun masih belum mewakili keinginan para petani, tapi setidaknya harga jual di seluruh perusahaan menjadi sama, tidak lagi ada perbedaan,” ujar bupati.

BACA JUGA:  Noverisman Subing: Perda Rembuk Desa, Dibuat Guna Meredam Konflik

Terkait program tiga hari kerja di kampung yang menjadi janji politik dalam kontestasi pilkada lalu, Musa mengatakan akan segera dilaksanakan.

“Pada masa kampanye lalu kami membuat program Senin hingga Rabu berkantor di kabupaten, dan Kamis hingga Jumat berkantor di kampung-kampung. Insya Allah program itu akan kami mulai pada 10 Juni ini. Kami akan mencari tahu apa yang menjadi hambatan atau keluhan dan kami akan langsung memberikan solusinya,” jelas Musa.

Terakhir, bupati menghimbau kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lamteng agar terus berinovasi, memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan saya supaya semua dinas atau badan yang ada di lingkungan Pemkab Lamteng, untuk selalu berinovasi memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Pastikan setiap pelayanan dikerjakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Saaya tegaskan supaya tidak melakukan pungutan liar,” kata Musa.

Selain capaian-capaian yang telah dirangkum diatas, ada juga langkah bupati yang sangat krusial dalam mencegah terjadinya konflik antara masyarakat dengan perusahaan.

Sebelumnya, Musa berhasil mencegah terjadinya konflik antara masyarakat dengan perusahaan di Kecamatan Way Pengubuan. (*/TI)